Surakarta – Program Studi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Ponorogo sukses menyelenggarakan kunjungan industri ke Solo Technopark pada Jumat (10/4/2026). Mengusung tema “Aktualisasi Peran Keilmuan Teknik Elektro dalam Mendukung Pengembangan Riset dan Inovasi Teknologi Terapan”, kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa tentang kontribusi nyata bidang teknik elektro di kancah riset, industri, serta kewirausahaan teknologi. Kunjungan diikuti oleh 39 mahasiswa yang didampingi oleh pendamping dari Prodi Teknik Elektro.
Rombongan tiba di Solo Technopark sekitar pukul 08.30 WIB dan langsung disambut oleh perwakilan Divisi Riset dan Teknologi Terapan Solo Technopark. Dalam sesi penyambutan, beliau memaparkan profil Solo Technopark sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Pemerintah Kota Surakarta yang telah menjadi role model nasional dalam mengintegrasikan riset, inovasi, dan pengembangan talenta vokasi. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa keilmuan teknik elektro memiliki peran lintas sektor, mulai dari otomasi pabrik, infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, hingga pendukung industri kreatif berbasis digital, dan bahwa Solo Technopark membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk belajar, riset, serta menguji prototipe mereka.
Setelah sesi pemaparan profil, rombongan memulai tur keliling area Solo Technopark. Tujuan pertama adalah Solo Science Center, sebuah pusat sains interaktif yang menyediakan berbagai informasi dan edukasi terkait ilmu pengetahuan dan teknologi. Di ruang ini, mahasiswa tidak hanya mendengarkan pemaparan teori, tetapi juga berkesempatan mengamati langsung sejumlah miniatur pembelajaran sains yang disajikan sebagai alat peraga edukatif. Dua miniatur utama yang menarik perhatian adalah Mini Gas Processing Plant Training Simulator, yaitu sebuah simulator miniatur pengolahan gas bumi yang menggambarkan proses industri migas secara sederhana namun komprehensif, serta Miniatur Lapangan Banyu Urip yang menampilkan skema utuh Fasilitas Pengolahan Pusat (Central Processing Facility/CPF), jalur pipa darat dan lepas pantai, Fasilitas Penyimpanan dan Alir-Muat Terapung (Floating Storage and Offloading/FSO), serta berbagai infrastruktur pendukung lainnya. Kunjungan ke Solo Science Center memberikan gambaran konkret kepada mahasiswa tentang bagaimana prinsip-prinsip teknik elektro, seperti sistem kendali, sensor, dan otomasi, diaplikasikan dalam industri skala besar termasuk sektor migas dan energi.
Dari Solo Science Center, rombongan melanjutkan tur menuju Klaster Technopreneurship, dengan fokus utama pada Sektor Gaming dan e-Sport. Meskipun terkesan non-teknis, sektor ini membuka wawasan mahasiswa tentang bagaimana perangkat keras (hardware) gaming, sistem pendingin, hingga driver perangkat membutuhkan keahlian teknik elektro. Selain itu, klaster Technopreneurship juga menghadirkan sektor lain seperti Sektor Teknologi Informasi (ICT) yang mengenalkan mahasiswa pada infrastruktur jaringan, pusat data, dan sistem berbasis IoT (Internet of Things) untuk pengembangan smart city dan smart home, serta Sektor Kewirausahaan (UMKM dan Startup) yang memberikan gambaran bahwa lulusan teknik elektro tidak hanya bisa bekerja di pabrik, tetapi juga dapat menciptakan bisnis berbasis teknologi.
Tur kunjungan diakhiri di Klaster Manufaktur yang menjadi daya tarik utama bagi mahasiswa Teknik Elektro karena sangat relevan dengan konsentrasi keilmuan mereka. Di klaster ini, mahasiswa mempelajari tiga sektor utama. Sektor pertama adalah Sektor Mekanik dan Desain Manufaktur, di mana mahasiswa memahami integrasi antara sistem kelistrikan dan komponen mekanik dalam proses produksi. Sektor kedua adalah Sektor Pengelasan, baik pengelasan umum maupun pengelasan bawah air (underwater), yang memberikan wawasan tentang sistem kendali dan keselamatan listrik pada peralatan las, termasuk teknologi proteksi khusus untuk pengelasan di lingkungan ekstrem.
Pendamping mahasiswa menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kunjungan ini. Beliau menegaskan bahwa tema aktualisasi peran keilmuan teknik elektro diangkat secara sengaja agar mahasiswa tidak hanya menjadi teknisi, tetapi juga inovator dan technopreneur. Menurutnya, kunjungan yang diawali dengan pemaparan profil, kemudian ke Solo Science Center, lalu ke sektor gaming, dan diakhiri di klaster manufaktur ini memberikan perspektif utuh bahwa keilmuan teknik elektro bersinggungan dengan hampir semua sektor industri dan kreatif.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan foto bersama di area utama Solo Technopark. Rombongan meninggalkan lokasi pada pukul 11.00 WIB. Dengan terselenggaranya kunjungan ini, diharapkan mahasiswa Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Ponorogo semakin termotivasi untuk mengasah keterampilan di bidang otomasi, Internet of Things, dan kewirausahaan teknologi, serta siap mengaktualisasikan peran keilmuan teknik elektro dalam mendukung pengembangan riset dan inovasi teknologi terapan.
